Dalam dunia pemasaran digital yang kompetitif, keberhasilan kampanye tidak cukup hanya dilihat dari jumlah klik atau impresi. Anda perlu mengukur hasil secara finansial. Dua metrik yang paling sering digunakan adalah ROAS dan ROI. Meski keduanya mengukur efektivitas investasi, keduanya memiliki fokus dan cakupan yang berbeda.
Jadi, ROAS adalah metrik yang berfokus pada hasil dari belanja iklan, sementara ROI memberikan gambaran menyeluruh tentang keuntungan dari seluruh investasi. Dalam artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan ROAS dan ROI, cara menghitungnya, serta kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing metrik.
Baca juga: 8 Metrik Penting untuk Analisis Kinerja Iklan Display

Return on Ad Spend (ROAS)
ROAS adalah metrik yang khusus digunakan untuk mengukur efektivitas iklan dan kampanye pemasaran tertentu. Metrik ini mengukur seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan untuk iklan. ROAS dihitung dengan membagi laba bersih dari iklan dengan biaya iklan.
Rumus ROAS
ROAS = (Pendapatan Kotor dari Iklan) / (Biaya Iklan)
- Pendapatan Kotor dari Iklan adalah pendapatan yang dihasilkan dari iklan, sebelum dikurangi biaya iklan.
- Biaya Iklan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk menjalankan kampanye iklan.
Misalkan sebuah perusahaan mengeluarkan biaya iklan sebesar Rp100.000, dan menghasilkan pendapatan kotor dari iklan sebesar Rp200.000. ROAS perusahaan tersebut adalah:
ROAS = (200.000) / (100.000) = 2
Jadi, ROAS perusahaan tersebut adalah 2, yang berarti setiap Rp1 yang dihabiskan untuk iklan menghasilkan Rp2 pendapatan.
Baca juga: ROAS adalah Metrik Penting, Begini Strategi Memaksimalkannya dengan CRM
Waktu Penggunaan ROAS
1. Evaluasi Performa Kampanye Iklan Digital
Dalam dunia pemasaran digital yang serba cepat, ROAS membantu pemasar untuk dengan cepat mengidentifikasi kampanye mana yang berkinerja baik dan mana yang perlu dioptimalkan atau bahkan dihentikan. Platform seperti Google Ads, Meta Ads Manager, dan lainnya menyediakan data yang diperlukan untuk menghitung ROAS secara real-time.
2. Fokus pada Penjualan Langsung
Jika tujuan utama kampanye iklan adalah untuk mendorong penjualan produk atau layanan secara langsung, ROAS menjadi metrik yang sangat penting. Ini memberikan gambaran jelas tentang seberapa efektif iklan dalam menghasilkan konversi dan pendapatan.
3. Perbandingan Efektivitas Berbagai Saluran Pemasaran
ROAS memungkinkan Anda untuk membandingkan kinerja berbagai saluran pemasaran yang Anda gunakan. Misalnya, Anda dapat membandingkan ROAS kampanye iklan di media sosial dengan ROAS kampanye search engine marketing (SEM) untuk melihat saluran mana yang memberikan pengembalian investasi tertinggi. Ini membantu dalam mengalokasikan anggaran pemasaran secara lebih efektif.
Return on Investment (ROI)
ROI, di sisi lain, adalah metrik yang lebih umum dan mencakup semua jenis investasi, termasuk pemasaran, produksi, distribusi, dan lainnya. Metrik ini mengukur seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari setiap rupilah yang diinvestasikan. ROI dihitung dengan membagi laba bersih dari investasi dengan biaya investasi.
Rumus ROI
ROI = (Laba Bersih) / (Biaya Investasi)
- Laba Bersih adalah pendapatan yang dihasilkan dari investasi, dikurangi biaya investasi dan pajak.
- Biaya Investasi adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk investasi.
Misalkan sebuah perusahaan mengeluarkan biaya investasi sebesar Rp1.000.000, dan menghasilkan pendapatan bersih dari investasi sebesar Rp2.000.000. ROI perusahaan tersebut adalah:
ROI = (2.000.000) / (1.000.000) = 2
Jadi, ROI perusahaan tersebut adalah 2, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp2 pendapatan bersih.
Waktu Penggunaan ROI
1. Evaluasi Proyek Bisnis Keseluruhan
ROI membantu manajemen dalam menilai apakah suatu proyek secara finansial layak untuk dilanjutkan. ROI yang diharapkan harus melebihi biaya modal perusahaan (tingkat pengembalian minimum yang diharapkan investor).
2. Pengambilan Keputusan Strategis Jangka Panjang
Ketika perusahaan mempertimbangkan investasi besar seperti ekspansi pasar, pengembangan produk baru, atau akuisisi, ROI menjadi salah satu faktor kunci dalam mengevaluasi potensi keuntungan jangka panjang dari keputusan tersebut.
3. Pengukuran Efisiensi Berbagai Inisiatif Perusahaan
Seperti yang Anda sebutkan, ROI tidak terbatas pada pemasaran. Perusahaan dapat menggunakan ROI untuk mengukur efisiensi investasi dalam berbagai departemen atau inisiatif, seperti peningkatan produksi, pelatihan karyawan, atau implementasi teknologi baru. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi area mana yang memberikan pengembalian investasi terbaik dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.
4. Benchmarking
ROI dapat digunakan untuk membandingkan kinerja investasi perusahaan dengan pesaing di industri yang sama atau dengan rata-rata industri. Ini memberikan wawasan tentang posisi relatif perusahaan dan potensi perbaikan.
5. Penilaian Kinerja Manajer
Dalam beberapa kasus, ROI dari unit bisnis atau proyek tertentu dapat digunakan sebagai salah satu indikator kinerja manajer yang bertanggung jawab.
Perbedaan Utama ROAS dengan ROI
Perbedaan utama antara ROI dan ROAS adalah cakupan metrik tersebut.
| Aspek | ROAS | ROI |
|---|---|---|
| Fokus | Efektivitas iklan | Efektivitas keseluruhan investasi |
| Cakupan Biaya | Hanya biaya iklan | Semua biaya terkait investasi |
| Tujuan | Optimasi kampanye iklan | Evaluasi strategi bisnis jangka panjang |
| Kapan Digunakan | Saat mengukur keberhasilan iklan digital | Saat mengukur kesehatan keuangan proyek/bisnis |
Kombinasi yang Saling Melengkapi
Memahami bahwa ROAS adalah alat untuk mengukur performa kampanye iklan, sedangkan ROI digunakan untuk mengevaluasi efektivitas keseluruhan strategi bisnis, akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih akurat dan strategis. Gunakan ROAS untuk mengoptimalkan iklan jangka pendek dan ROI untuk membuat keputusan bisnis jangka panjang yang berdampak besar.
Baca juga: 12 Rekomendasi Tools Ampuh untuk Optimasi Content Marketing
Sebagai kesimpulan, baik ROAS maupun ROI sama-sama penting dalam dunia digital marketing. Memahami perbedaan dan fungsi masing-masing akan membantu Anda mengukur efektivitas investasi secara lebih presisi dan efisien. Anda bisa menggunakan ROI untuk mengevaluasi investasi bisnis secara keseluruhan. Sementara, gunakan ROAS untuk fokus pada iklan dan penjualan langsung.
Memahami perbedaan ROI dan ROAS adalah suatu cara untuk membantu Anda membuat keputusan pemasaran dan investasi yang lebih bijak. Kunjungi halaman Insight Onero kami untuk menemukan lebih banyak artikel seputar digital marketing, strategi bisnis, dan tips praktis lainnya.
Jika Anda ingin mendapatkan hasil maksimal dari kampanye iklan digital dan meningkatkan ROAS secara signifikan, saatnya beralih ke layanan Search Engine Marketing (SEM) dari Onero Solutions. Tim ahli Onero siap membantu Anda menjalankan iklan Google Ads yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan target bisnis. Hubungi Onero sekarang dengan mengisi formulir di bawah ini atau klik tombol WhatsApp untuk berbicara langsung dengan tim Onero. Bersama Onero, capai performa iklan terbaik dan maksimalkan potensi bisnis Anda!
FAQ Seputar ROAS (Return on Ad Spend)
Apa itu ROAS?
ROAS adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas iklan dengan menghitung berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan untuk iklan.
Bagaimana cara menghitung ROAS?
ROAS dihitung dengan rumus:
ROAS = Pendapatan Kotor dari Iklan / Biaya Iklan
Apa perbedaan ROAS dan ROI?
ROAS fokus pada efektivitas kampanye iklan dan hanya memperhitungkan biaya iklan, sedangkan ROI mengukur efektivitas keseluruhan dari investasi dengan mencakup semua biaya terkait.
Kapan ROAS harus digunakan?
ROAS digunakan untuk evaluasi performa kampanye iklan digital, terutama jika tujuan utama adalah mendorong penjualan langsung melalui iklan.
Apakah ROAS dapat digunakan untuk membandingkan berbagai saluran pemasaran?
Ya, ROAS memungkinkan perbandingan efektivitas antara berbagai saluran pemasaran seperti media sosial dan search engine marketing (SEM).
ROAS berapa yang dianggap baik?
Nilai ROAS yang baik tergantung pada industri dan tujuan bisnis, namun secara umum ROAS lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa iklan menghasilkan pendapatan lebih dari biaya yang dikeluarkan.
Apa yang harus dilakukan jika ROAS rendah?
Jika ROAS rendah, maka kampanye iklan perlu dievaluasi dan dioptimalkan, atau anggaran iklan dialihkan ke kampanye yang lebih efektif.





