Tinggalkan proses manual yang melelahkan. Temukan panduan lengkap implementasi sistem approval digital menggunakan Lark untuk mempercepat pengambilan keputusan di perusahaan Anda.
Ketidakefisienan dalam rantai birokrasi internal sering kali menjadi penghambat utama pertumbuhan sebuah organisasi di tengah dinamika pasar yang menuntut kecepatan. Dalam struktur manajemen konvensional, proses persetujuan dokumen sering kali terjebak dalam tumpukan kertas fisik atau utas email yang berserakan, yang pada akhirnya mengakibatkan hilangnya momentum strategis. Artikel ini akan membedah bagaimana transformasi menuju sistem persetujuan digital melalui platform Lark mampu mengeliminasi hambatan tersebut, menciptakan akuntabilitas yang lebih tinggi, serta menyelaraskan operasional bisnis dengan standar efisiensi modern yang presisi.
Implementasi Lark untuk approval adalah proses mendigitalkan alur kerja persetujuan (seperti cuti, anggaran, atau kontrak) menggunakan fitur “Approval” di dalam ekosistem Lark. Dengan fitur ini, permintaan persetujuan dikirimkan secara otomatis kepada pihak terkait melalui notifikasi instan. Esensinya adalah mengubah proses manual yang lambat menjadi alur kerja otomatis yang transparan, dapat dilacak secara real-time, dan dapat diakses dari perangkat apa pun, sehingga mempercepat pengambilan keputusan hingga berkali-kali lipat dibandingkan metode tradisional.

Apa Itu Implementasi Approval di Lark?
Bayangkan jika kantor Anda adalah sebuah sirkuit balap yang sangat sibuk. Dalam sistem lama, setiap kali seorang pembalap butuh ganti ban (analogi untuk meminta persetujuan), dia harus turun dari mobil, mencari kepala mekanik di gedung sebelah, meminta tanda tangan di atas kertas, lalu kembali lagi ke lintasan. Sangat tidak efisien, bukan?
Implementasi approval di Lark mengubah skenario tersebut. Lark memposisikan diri sebagai “sistem komunikasi pit stop” yang canggih. Persetujuan digital di Lark adalah sebuah modul khusus di mana formulir permintaan dan logika alur kerja (workflow) disatukan. Saat Anda mengajukan permintaan, sistem secara otomatis tahu ke mana dokumen itu harus pergi, siapa yang harus menandatanganinya, dan apa yang harus dilakukan jika orang tersebut sedang sibuk. Ini bukan sekadar memindahkan kertas ke layar komputer, melainkan membangun jalur pipa otomatis yang memastikan informasi mengalir tanpa henti.
Mengapa Persetujuan Digital di Lark Sangat Penting?
Pernahkah Anda merasa frustrasi karena sebuah proyek tertunda hanya karena satu tanda tangan yang belum kunjung didapatkan? Itulah masalah utama yang ingin diselesaikan.
Kecepatan adalah mata uang baru dalam bisnis. Jika kompetitor Anda bisa menyetujui anggaran pemasaran dalam hitungan menit sementara perusahaan Anda butuh tiga hari, Anda sudah kalah sebelum bertanding. Selain itu, transparansi menjadi kunci. Tanpa sistem digital, dokumen sering kali “menghilang” di meja seseorang tanpa kejelasan status. Lark memberikan visibilitas penuh; Anda bisa melihat di mana tepatnya proses tersebut tertahan. Akuntabilitas pun meningkat karena setiap detik keterlambatan tercatat secara otomatis oleh sistem.
Bagaimana Lark Membantu Proses Approval?
Lark menyediakan ekosistem kerja digital yang menggabungkan komunikasi, kolaborasi, dokumen, data, dan berbagai proses bisnis dalam satu platform.
Dalam implementasi approval, perusahaan dapat merancang alur sesuai kebutuhan masing-masing departemen.
Misalnya, perusahaan memiliki proses pengajuan pembelian:
Karyawan → Atasan → Finance → Procurement
Karyawan mengirimkan pengajuan beserta informasi yang diperlukan. Setelah itu, pengajuan diteruskan kepada atasan untuk mendapatkan persetujuan. Jika disetujui, proses dapat dilanjutkan ke Finance dan kemudian Procurement.
Alur tersebut membuat tanggung jawab setiap pihak menjadi lebih jelas.
1. Pengajuan Dilakukan Secara Digital
Tahap pertama adalah membuat formulir atau mekanisme pengajuan digital.
Formulir dapat disesuaikan dengan jenis kebutuhan perusahaan. Untuk reimbursement, misalnya, informasi yang diperlukan dapat mencakup:
- Nama karyawan
- Departemen
- Jenis pengeluaran
- Jumlah biaya
- Tanggal transaksi
- Bukti pembayaran
- Keterangan tambahan
Dengan format yang sudah ditentukan, perusahaan dapat mengurangi risiko informasi penting terlewat saat pengajuan dibuat.
2. Approval Diteruskan kepada Pihak yang Tepat
Setelah pengajuan dibuat, proses dapat diarahkan kepada orang yang memiliki kewenangan.
Hal ini penting karena tidak semua pengajuan harus melewati orang yang sama. Pengajuan cuti mungkin membutuhkan persetujuan atasan langsung, sedangkan pengajuan pembelian dengan nilai tertentu dapat membutuhkan persetujuan tambahan dari Finance atau manajemen.
Workflow yang jelas membantu perusahaan menjaga proses tetap sesuai dengan struktur organisasi.
3. Persetujuan Tidak Lagi Bergantung pada Dokumen Fisik
Salah satu keuntungan utama digitalisasi adalah berkurangnya ketergantungan terhadap dokumen cetak.
Atasan tidak harus menunggu dokumen fisik berada di meja kerja untuk memberikan persetujuan. Proses dapat dilakukan melalui lingkungan kerja digital sehingga lebih sesuai dengan pola kerja modern, termasuk ketika tim bekerja secara hybrid atau berada di lokasi berbeda.
4. Status Pengajuan Lebih Mudah Dipantau
Dalam proses manual, karyawan sering harus bertanya, “Pengajuan saya sudah sampai mana?”
Jika workflow approval sudah dibuat dengan baik, status pengajuan dapat lebih mudah diketahui.
Misalnya:
Draft → Diajukan → Menunggu Atasan → Disetujui → Diproses
Jika pengajuan ditolak, status juga dapat menunjukkan bahwa pengajuan perlu diperbaiki atau diajukan kembali.
Transparansi seperti ini membantu mengurangi komunikasi berulang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh Implementasi Lark untuk Approval di Perusahaan
Implementasi approval tidak hanya terbatas pada satu jenis pengajuan. Ada banyak proses bisnis yang dapat dibuat lebih terstruktur.
Approval Cuti Karyawan
HR dapat membuat alur pengajuan cuti secara digital.
Karyawan mengajukan cuti dengan mencantumkan tanggal dan jenis cuti. Pengajuan kemudian diteruskan kepada atasan untuk mendapatkan persetujuan.
Proses ini membuat pencatatan cuti lebih rapi dan mengurangi penggunaan formulir manual.
Approval Reimbursement
Reimbursement merupakan salah satu proses yang sering melibatkan beberapa pihak.
Karyawan mengirimkan pengajuan beserta bukti transaksi. Setelah mendapatkan persetujuan, pengajuan dapat diteruskan kepada Finance untuk proses berikutnya.
Dengan workflow yang terdokumentasi, Finance dapat mengetahui pengajuan mana yang sudah mendapatkan persetujuan dan mana yang masih menunggu.
Baca Juga: Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Implementasi Lark
Approval Pembelian
Untuk pengadaan barang atau kebutuhan operasional, perusahaan dapat membuat alur approval berdasarkan nilai pembelian.
Contohnya, pengajuan dengan nilai tertentu cukup mendapatkan persetujuan atasan. Sementara pengajuan dengan nominal lebih besar dapat membutuhkan persetujuan manajemen.
Struktur seperti ini membantu perusahaan menjaga kontrol terhadap pengeluaran.
Approval Perjalanan Dinas
Pengajuan perjalanan dinas juga dapat dibuat secara digital.
Karyawan mengisi tujuan perjalanan, tanggal keberangkatan, kebutuhan transportasi, akomodasi, serta estimasi biaya. Pengajuan kemudian mengikuti alur persetujuan yang sudah ditentukan.
Dengan begitu, perusahaan memiliki catatan yang lebih terorganisir mengenai perjalanan dinas dan biaya yang terkait.
Manfaat Implementasi Lark untuk Approval
Implementasi approval digital bukan sekadar mengganti formulir kertas menjadi formulir online. Jika dirancang dengan benar, perubahan ini dapat memberikan dampak terhadap cara perusahaan menjalankan operasional sehari-hari.
Mempercepat Proses Persetujuan
Pengajuan tidak perlu berpindah dari satu meja ke meja lainnya. Pihak yang berwenang dapat menerima dan memproses pengajuan melalui sistem digital.
Hal ini dapat mengurangi waktu tunggu, terutama untuk perusahaan yang memiliki banyak pengajuan setiap hari.
Mengurangi Pekerjaan Administratif
Tim HR, Finance, atau admin tidak perlu terus-menerus memeriksa email dan chat untuk mencari status pengajuan.
Proses yang sudah terstruktur membantu mengurangi pekerjaan administratif yang sifatnya berulang.
Meminimalkan Risiko Kesalahan
Formulir digital dapat dibuat dengan kolom yang wajib diisi sebelum pengajuan dikirim. Dengan demikian, informasi penting dapat dikumpulkan sejak awal.
Perusahaan juga dapat menentukan alur persetujuan berdasarkan kebutuhan masing-masing proses.
Meningkatkan Transparansi
Setiap pihak dapat mengetahui posisi suatu pengajuan sesuai hak akses yang diberikan.
Karyawan tidak perlu menebak apakah pengajuan sudah diproses atau belum. Sementara pihak yang bertanggung jawab dapat melihat pekerjaan yang masih membutuhkan tindakan.
Memudahkan Audit dan Evaluasi
Riwayat proses approval dapat menjadi informasi penting ketika perusahaan melakukan evaluasi.
Manajemen dapat melihat bagaimana suatu proses berjalan, di mana terjadi keterlambatan, dan apakah alur persetujuan yang digunakan masih relevan.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Implementasi Lark
Implementasi approval digital sebaiknya tidak dimulai hanya dengan membuat formulir. Perusahaan perlu memahami proses bisnis yang sedang berjalan.
Pertama, identifikasi proses yang paling membutuhkan digitalisasi. Tidak semua proses harus diubah sekaligus.
Kedua, tentukan siapa saja yang terlibat dalam setiap approval. Pastikan kewenangan masing-masing pihak sudah jelas.
Ketiga, tentukan informasi apa saja yang harus dikumpulkan. Formulir yang terlalu sederhana dapat menghasilkan informasi yang kurang, sedangkan formulir yang terlalu panjang justru membuat pengguna enggan mengisinya.
Keempat, buat aturan ketika pengajuan ditolak atau perlu diperbaiki. Workflow sebaiknya tidak hanya memikirkan kondisi ketika pengajuan disetujui.
Terakhir, lakukan pengujian sebelum workflow digunakan oleh seluruh karyawan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Approval Digital
Digitalisasi tidak otomatis membuat proses menjadi lebih efisien. Jika workflow yang dibuat terlalu rumit, masalah baru justru dapat muncul.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak tahap approval. Setiap pengajuan harus melewati beberapa orang meskipun nilai atau risikonya kecil.
Kesalahan lainnya adalah tidak menentukan batas kewenangan dengan jelas. Akibatnya, pengajuan bisa berhenti karena tidak ada pihak yang yakin siapa yang harus memberikan keputusan.
Perusahaan juga perlu menghindari pembuatan formulir yang terlalu panjang. Informasi yang dikumpulkan sebaiknya benar-benar berkaitan dengan kebutuhan proses.
Yang tidak kalah penting, karyawan perlu mendapatkan sosialisasi. Sistem yang bagus tetap membutuhkan pemahaman pengguna agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Lark Approval dan Integrasi dengan Proses Kerja Perusahaan
Salah satu pendekatan yang menarik dari penggunaan Lark adalah approval tidak harus berdiri sendiri.
Approval dapat menjadi bagian dari ekosistem kerja digital perusahaan. Komunikasi dapat dilakukan melalui Lark Messenger, dokumen dapat dikelola melalui Lark Docs, data dapat disusun menggunakan Lark Base, sementara proses lain dapat terhubung dengan workflow yang sesuai.
Dengan pendekatan seperti ini, perusahaan tidak hanya memiliki aplikasi approval, tetapi membangun alur kerja yang lebih terintegrasi.
Misalnya, setelah pengajuan pembelian disetujui, tim terkait dapat melanjutkan proses pengadaan tanpa harus memindahkan informasi secara manual ke berbagai aplikasi.
Apakah Semua Proses Perusahaan Perlu Menggunakan Approval?
Tidak selalu.
Approval sebaiknya digunakan pada proses yang memang membutuhkan kontrol, otorisasi, atau pencatatan keputusan.
Untuk pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan persetujuan, menambahkan terlalu banyak tahapan justru dapat memperlambat pekerjaan.
Karena itu, sebelum membuat workflow, perusahaan perlu menjawab beberapa pertanyaan:
- Apakah proses ini membutuhkan persetujuan?
- Siapa yang memiliki kewenangan?
- Informasi apa yang diperlukan untuk mengambil keputusan?
- Apa yang terjadi setelah disetujui?
- Apa yang harus dilakukan jika ditolak?
- Apakah proses saat ini sering mengalami keterlambatan?
Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk merancang workflow yang lebih efektif.
FAQ
Apa itu Lark Approval?
Lark Approval merupakan pendekatan digital untuk mengelola proses pengajuan dan persetujuan dalam lingkungan kerja Lark. Workflow dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur organisasi perusahaan.
Approval apa saja yang dapat dibuat?
Contohnya adalah approval cuti, reimbursement, pembelian, perjalanan dinas, pengeluaran operasional, pengajuan anggaran, dan berbagai proses internal lainnya.
Apakah approval digital bisa digunakan untuk perusahaan dengan sistem kerja hybrid?
Bisa. Salah satu manfaat workflow digital adalah proses persetujuan tidak terlalu bergantung pada keberadaan dokumen fisik atau pihak tertentu di kantor.
Apakah workflow approval harus dibuat sama untuk semua departemen?
Tidak. Setiap departemen dapat memiliki kebutuhan dan tingkat kewenangan yang berbeda. Workflow sebaiknya disesuaikan dengan proses bisnis masing-masing.
Apakah implementasi Lark cukup dengan membuat formulir?
Tidak. Formulir hanyalah salah satu bagian dari proses. Perusahaan juga perlu menentukan alur persetujuan, kewenangan, kondisi penolakan, pencatatan, serta proses setelah approval selesai.
Implementasi Lark untuk approval dan persetujuan digital dapat membantu perusahaan mengubah proses yang sebelumnya bergantung pada email, dokumen fisik, dan komunikasi manual menjadi workflow yang lebih terstruktur.
Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan kecepatan. Dengan alur yang jelas, perusahaan dapat meningkatkan transparansi, mengurangi pekerjaan administratif, meminimalkan kesalahan, serta memiliki pencatatan proses yang lebih mudah ditelusuri.
Namun, keberhasilan implementasi tetap bergantung pada bagaimana workflow dirancang. Perusahaan perlu memahami proses bisnis terlebih dahulu, menentukan kewenangan setiap pihak, menyederhanakan tahapan approval, dan memastikan karyawan memahami cara menggunakan sistem.
Dengan perencanaan yang tepat, Lark dapat menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan, bukan sekadar alat untuk menggantikan formulir manual.





