Cara Menargetkan Zero Search Volume Keywords untuk Strategi SEO

Dalam SEO, volume pencarian sering menjadi salah satu metrik utama ketika memilih keyword. Semakin tinggi volume pencarian, biasanya semakin menarik keyword tersebut untuk ditargetkan. Namun, bagaimana jika sebuah keyword menunjukkan angka pencarian nol? Banyak orang langsung menganggap keyword tersebut tidak layak digunakan. Padahal, zero search volume keywords justru bisa menjadi peluang yang menarik, terutama bagi bisnis yang menyasar audiens spesifik.

Keyword dengan volume pencarian nol bukan berarti tidak ada orang yang mencarinya. Bisa saja jumlah pencariannya masih terlalu kecil untuk tercatat secara akurat oleh tools SEO, keyword tersebut baru mulai digunakan, atau pengguna menggunakan variasi frasa yang sangat spesifik. Jika dipilih dan digunakan dengan tepat, keyword seperti ini dapat membantu website mendapatkan traffic yang lebih relevan sekaligus menghadapi persaingan yang lebih rendah.

zero keyword

Apa Itu Zero Search Volume Keywords?

Zero search volume keywords adalah kata kunci yang menunjukkan volume pencarian sangat rendah atau nol berdasarkan data dari tools SEO tertentu.

Contohnya, sebuah bisnis menjual software manajemen proyek untuk perusahaan manufaktur. Keyword seperti “software manajemen proyek manufaktur Indonesia” mungkin menunjukkan volume pencarian nol.

Sekilas, keyword tersebut terlihat tidak menarik.

Tetapi coba lihat dari sudut pandang search intent.

Seseorang yang mengetikkan frasa tersebut kemungkinan sudah memiliki kebutuhan yang cukup spesifik. Ia bukan sekadar mencari informasi umum tentang software manajemen proyek, tetapi mencari solusi yang relevan dengan industri tertentu.

Artinya, jumlah pencari mungkin sedikit, tetapi kualitas traffic yang dihasilkan berpotensi lebih tinggi.

Apakah Zero Search Volume Berarti Tidak Ada yang Mencari?

Tidak selalu.

Angka nol pada tools SEO sebaiknya tidak diterjemahkan secara harfiah sebagai “tidak ada orang yang pernah mencari keyword tersebut”.

Tools SEO bekerja menggunakan data, estimasi, dan model tertentu. Keyword yang sangat spesifik bisa saja belum memiliki data yang cukup untuk menghasilkan angka volume yang berarti.

Selain itu, perilaku pencarian manusia sangat beragam.

Dua orang dapat memiliki kebutuhan yang sama tetapi menggunakan kalimat pencarian yang berbeda.

Misalnya:

“software HR untuk perusahaan manufaktur”

“aplikasi HR manufaktur”

“sistem HR untuk pabrik”

“software HRIS untuk perusahaan manufaktur”

Semua frasa tersebut bisa mengarah pada kebutuhan yang serupa, tetapi memiliki volume pencarian yang berbeda di tools SEO.

Karena itu, zero search volume sebaiknya dilihat sebagai sinyal untuk melakukan riset lebih lanjut, bukan alasan otomatis untuk mengabaikan keyword.

Mengapa Zero Search Volume Keywords Layak Ditargetkan?

Ada beberapa alasan mengapa keyword dengan volume pencarian rendah justru menarik untuk strategi SEO.

1. Persaingan Biasanya Lebih Rendah

Keyword yang sangat spesifik cenderung memiliki kompetitor lebih sedikit dibanding keyword populer.

Bayangkan Anda ingin menargetkan keyword “digital marketing”.

Persaingannya tentu sangat luas.

Sebaliknya, keyword seperti “jasa digital marketing untuk perusahaan manufaktur Indonesia” memiliki cakupan yang jauh lebih spesifik.

Jumlah pencarinya mungkin lebih kecil, tetapi persaingan juga bisa lebih rendah.

Kondisi ini memberikan peluang bagi website yang belum memiliki domain authority tinggi untuk mulai mendapatkan peringkat.

2. Search Intent Lebih Spesifik

Salah satu keuntungan terbesar dari keyword semacam ini adalah search intent yang biasanya lebih mudah dipahami.

Keyword yang panjang dan spesifik sering menunjukkan bahwa pengguna sudah mengetahui apa yang mereka cari.

Misalnya, orang yang mencari “cara memilih software payroll untuk perusahaan 100 karyawan” kemungkinan memiliki kebutuhan yang jauh lebih konkret dibanding orang yang hanya mencari “software payroll”.

Bagi bisnis, traffic seperti ini sangat berharga karena lebih dekat dengan kebutuhan nyata calon pelanggan.

3. Berpotensi Mendatangkan Traffic yang Lebih Relevan

Dalam SEO, jumlah traffic bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Seratus pengunjung yang benar-benar membutuhkan produk atau layanan bisa lebih bernilai daripada ribuan pengunjung yang hanya mencari informasi umum.

Zero search volume keywords dapat membantu bisnis menjangkau kelompok audiens yang lebih spesifik.

Jika konten menjawab kebutuhan mereka dengan tepat, peluang terjadinya engagement, inquiry, atau konversi juga dapat meningkat.

4. Lebih Mudah Membangun Topical Authority

Keyword yang sangat spesifik dapat menjadi bagian dari strategi topical authority.

Misalnya, sebuah website ingin dikenal sebagai sumber informasi tentang software HR.

Alih-alih hanya membuat artikel umum tentang “apa itu HRIS”, website dapat membahas berbagai topik yang lebih spesifik:

“HRIS untuk perusahaan manufaktur”

“HRIS untuk perusahaan dengan banyak cabang”

“cara memilih HRIS untuk perusahaan 500 karyawan”

“fitur HRIS untuk pengelolaan shift karyawan”

Masing-masing keyword mungkin memiliki volume pencarian kecil. Namun, jika dikembangkan secara konsisten, kumpulan konten tersebut dapat membentuk otoritas topikal yang kuat.

Cara Menemukan Zero Search Volume Keywords

Menemukan keyword seperti ini membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda dari riset keyword biasa.

Gunakan Keyword Utama sebagai Titik Awal

Mulailah dengan keyword utama yang relevan dengan bisnis.

Misalnya Anda menjual jasa pembuatan website.

Dari keyword “jasa pembuatan website”, kembangkan berbagai variasi berdasarkan kebutuhan audiens.

Contohnya:

“jasa pembuatan website perusahaan”

“jasa website untuk distributor”

“jasa pembuatan website manufaktur”

“website company profile untuk perusahaan B2B”

“jasa website untuk perusahaan konstruksi”

Beberapa variasi tersebut mungkin memiliki volume pencarian kecil. Justru di situlah peluangnya.

Perhatikan Autocomplete Google

Google Autocomplete dapat menjadi sumber ide keyword yang menarik.

Ketik keyword utama secara perlahan dan perhatikan saran yang muncul.

Tambahkan kata tertentu setelah keyword, seperti:

“untuk”

“di”

“terbaik”

“harga”

“cara”

“jasa”

“2026”

Nama industri atau lokasi tertentu juga dapat digunakan untuk menemukan variasi yang lebih spesifik.

Autocomplete tidak selalu berarti keyword tersebut memiliki volume tinggi, tetapi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana orang menggunakan mesin pencari.

Baca Juga: Mengapa Bisnis Harus Memiliki Website? Ini Alasan yang Tidak Bisa Diabaikan

Analisis Related Searches

Setelah melakukan pencarian di Google, perhatikan bagian pencarian terkait.

Google sering menampilkan variasi pertanyaan atau keyword yang masih berhubungan dengan pencarian utama.

Gunakan hasil tersebut sebagai sumber ide untuk menemukan long-tail keyword yang lebih spesifik.

Gunakan Forum dan Komunitas

Forum, komunitas profesional, media sosial, dan kolom komentar dapat menjadi sumber keyword yang sangat bagus.

Perhatikan pertanyaan yang sering muncul dari calon pelanggan.

Misalnya, Anda menemukan pertanyaan:

“Apakah software payroll bisa menghitung lembur otomatis untuk karyawan shift?”

Pertanyaan tersebut dapat dikembangkan menjadi topik konten.

Menariknya, keyword seperti ini sering kali tidak memiliki volume pencarian yang terlihat besar di tools SEO. Namun, kebutuhan di balik pertanyaannya nyata.

Jangan Hanya Percaya pada Angka dari Tools SEO

Ini merupakan bagian penting dalam strategi zero search volume keywords.

Tools SEO sangat berguna, tetapi datanya bukan representasi sempurna dari seluruh perilaku pengguna internet.

Setiap tools memiliki sumber data, metode estimasi, dan cara perhitungan yang berbeda.

Karena itu, jangan langsung membuang keyword hanya karena tertulis “0”.

Tanyakan beberapa hal:

Apakah keyword tersebut relevan dengan bisnis?

Apakah ada orang yang secara realistis membutuhkan informasi tersebut?

Apakah keyword menunjukkan search intent yang jelas?

Apakah topiknya berkaitan dengan produk atau layanan yang ditawarkan?

Apakah ada keyword lain yang masih satu topik?

Jika jawabannya sebagian besar adalah ya, keyword tersebut mungkin tetap layak ditargetkan.

Buat Konten yang Menjawab Kebutuhan Pengguna

Setelah menemukan keyword yang potensial, tantangan berikutnya adalah membuat konten yang benar-benar berguna.

Jangan membuat artikel hanya untuk memasukkan keyword.

Misalnya target keyword Anda adalah “software payroll untuk perusahaan dengan sistem shift”.

Artikel sebaiknya membahas hal-hal yang memang dibutuhkan pembaca, seperti:

Bagaimana sistem payroll untuk karyawan shift bekerja?

Apa saja fitur yang dibutuhkan?

Bagaimana menghitung lembur?

Bagaimana mengelola jadwal kerja?

Apa kesalahan yang sering terjadi?

Bagaimana memilih software yang tepat?

Dengan pendekatan tersebut, artikel memiliki nilai bagi pembaca meskipun keyword utamanya memiliki volume pencarian yang sangat kecil.

Gunakan Satu Artikel untuk Beberapa Keyword yang Relevan

Anda tidak harus membuat satu artikel untuk setiap keyword.

Jika beberapa keyword memiliki search intent yang sama atau sangat berdekatan, gabungkan dalam satu konten yang komprehensif.

Misalnya:

“website untuk perusahaan manufaktur”

“website perusahaan manufaktur”

“jasa website manufaktur”

Ketiga keyword tersebut mungkin dapat dibahas dalam satu artikel atau landing page, selama kontennya tetap natural.

Cara ini lebih efektif daripada membuat banyak artikel pendek yang membahas topik hampir sama.

Buat Cluster dari Zero Search Volume Keywords

Jika menemukan banyak keyword spesifik, jangan menanganinya secara acak.

Kelompokkan berdasarkan topik.

Misalnya bisnis Anda menyediakan layanan SEO untuk perusahaan B2B.

Cluster dapat dibagi menjadi:

SEO untuk manufaktur

SEO untuk distributor

SEO untuk perusahaan konstruksi

SEO untuk perusahaan teknologi

SEO untuk B2B

Setiap cluster kemudian dapat dikembangkan menjadi beberapa artikel yang saling terhubung melalui internal link.

Dengan begitu, website tidak hanya mengejar keyword individual, tetapi membangun cakupan topik yang lebih luas.

Perhatikan Potensi Konversi

Keyword dengan volume kecil dapat memiliki nilai bisnis yang tinggi jika intent-nya dekat dengan transaksi.

Misalnya:

“harga software payroll untuk 500 karyawan”

Volume pencariannya mungkin sangat kecil.

Namun, orang yang mencari harga dengan spesifikasi tersebut kemungkinan sudah berada jauh di dalam customer journey.

Bandingkan dengan keyword:

“apa itu payroll”

Volume mungkin lebih tinggi, tetapi intent-nya masih bersifat informasional.

Inilah alasan mengapa keyword volume rendah tidak boleh langsung dianggap tidak bernilai.

Hindari Memaksakan Keyword

Meski zero search volume keywords memiliki potensi, bukan berarti semua keyword dengan volume nol layak digunakan.

Hindari keyword yang:

Tidak relevan dengan produk atau layanan.

Dibuat hanya untuk mengejar variasi kata.

Memiliki search intent yang tidak jelas.

Tidak memiliki potensi bisnis.

Terlalu mirip dengan konten yang sudah ada.

Tidak memberikan nilai tambahan kepada pengguna.

SEO bukan perlombaan untuk memiliki sebanyak mungkin halaman. Kualitas dan relevansi tetap menjadi faktor penting.

Ukur Keberhasilannya dengan Metrik yang Tepat

Jangan hanya melihat volume pencarian ketika mengevaluasi keyword.

Setelah konten dipublikasikan, perhatikan beberapa metrik seperti impressions, clicks, posisi rata-rata, engagement, traffic organik, dan konversi.

Google Search Console sangat berguna untuk melihat query yang benar-benar menghasilkan impression dan klik.

Bisa saja sebuah artikel awalnya dibuat untuk satu zero search volume keyword, tetapi kemudian mendapatkan impression dari puluhan variasi keyword lain.

Inilah salah satu keuntungan dari membuat konten yang membahas topik secara menyeluruh.

Zero Search Volume Keywords Bukan Sekadar Strategi SEO

Pada akhirnya, strategi ini bukan tentang mengejar keyword yang menunjukkan angka nol.

Intinya adalah menemukan kebutuhan audiens yang sangat spesifik dan membuat konten yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Search volume hanyalah salah satu data dalam proses pengambilan keputusan.

Jika sebuah keyword memiliki volume kecil tetapi relevan, kompetisinya rendah, search intent-nya jelas, dan memiliki hubungan dengan produk atau layanan Anda, keyword tersebut bisa menjadi aset yang berharga.

Bahkan, untuk bisnis dengan target pasar yang sangat spesifik, keyword semacam ini sering kali justru lebih menarik dibanding keyword dengan volume pencarian tinggi tetapi terlalu umum.

Zero search volume keywords tidak selalu berarti keyword tersebut tidak berguna.

Angka nol pada tools SEO bisa menunjukkan bahwa keyword memiliki volume yang sangat kecil atau datanya belum cukup untuk menghasilkan estimasi yang berarti. Di baliknya, tetap bisa terdapat kebutuhan nyata dari audiens.

Cara menargetkan zero search volume keywords dimulai dari memahami target pasar, mencari pertanyaan dan kebutuhan yang spesifik, mengevaluasi search intent, lalu membuat konten yang benar-benar memberikan jawaban.

Jangan menjadikan volume pencarian sebagai satu-satunya patokan.

Dalam SEO, keyword dengan sedikit pencari tetapi memiliki intent yang sangat relevan terkadang justru mampu memberikan nilai bisnis yang lebih besar.

FAQ

Apa itu zero search volume keywords?

Zero search volume keywords adalah kata kunci yang menunjukkan volume pencarian nol atau sangat rendah berdasarkan data dari tools SEO tertentu.

Apakah keyword dengan volume pencarian nol harus dihindari?

Tidak. Jika keyword relevan dengan bisnis, memiliki search intent yang jelas, dan berpotensi menjangkau audiens yang tepat, keyword tersebut tetap dapat ditargetkan.

Apakah zero search volume keywords bisa menghasilkan traffic?

Bisa. Selain mendapatkan traffic dari keyword utama, sebuah halaman juga dapat muncul untuk berbagai variasi keyword yang memiliki makna dan intent serupa.

Apakah zero search volume keywords cocok untuk bisnis?

Cocok, terutama bagi bisnis dengan target pasar yang sangat spesifik. Keyword yang lebih panjang dan spesifik dapat membantu menjangkau calon pelanggan dengan kebutuhan yang lebih jelas.

Berapa banyak zero search volume keywords yang sebaiknya ditargetkan?

Tidak ada jumlah yang pasti. Prioritaskan keyword berdasarkan relevansi, search intent, potensi bisnis, tingkat persaingan, dan hubungannya dengan topik utama website.

Konsultasi Gratis đź’¬

Dari strategi digital hingga implementasi teknologi, Onero.id siap menjadi partner transformasi Anda.

Don't forget to share this post!

Konsultasi Gratis đź’¬

Dari strategi digital hingga implementasi teknologi, Onero.id siap menjadi partner transformasi Anda.