Keyword Difficulty: Cara Menilainya untuk Strategi SEO

Dalam SEO, memilih keyword tidak cukup hanya berdasarkan jumlah pencarian. Keyword dengan volume besar memang terlihat menarik, tetapi belum tentu mudah membawa website masuk halaman pertama Google. Bisa jadi, keyword tersebut justru dikuasai website besar dengan backlink kuat dan konten yang sudah lama mendapatkan otoritas.

Di sinilah Keyword Difficulty (KD) menjadi penting.

Keyword Difficulty membantu SEO specialist memperkirakan seberapa sulit sebuah keyword untuk mendapatkan peringkat di mesin pencari. Dengan memahami tingkat kesulitan keyword, Anda bisa memilih target yang lebih realistis, terutama jika website masih baru atau belum memiliki banyak backlink.

keyword difficulty

Lalu, bagaimana cara menilai Keyword Difficulty dengan benar? Apakah cukup melihat angka dari tools SEO?

Jawabannya: tidak selalu.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Traffic Website Secara Organik yang Terbukti Efektif

Apa Itu Keyword Difficulty?

Keyword Difficulty adalah metrik yang digunakan untuk memperkirakan tingkat persaingan sebuah keyword di hasil pencarian organik.

Biasanya, tools SEO memberikan skor tertentu, misalnya dari 0 sampai 100. Semakin tinggi skornya, semakin sulit keyword tersebut untuk ditaklukkan.

Sebagai gambaran sederhana:

  • KD 0–20: persaingan relatif rendah
  • KD 21–40: persaingan sedang
  • KD 41–60: cukup sulit
  • KD 61–80: sulit
  • KD 81–100: sangat kompetitif

Namun, rentang tersebut bukan standar universal. Setiap tools SEO memiliki metode perhitungan yang berbeda. Ahrefs, Semrush, Moz, dan tools lainnya bisa memberikan skor berbeda untuk keyword yang sama.

Karena itu, jangan menganggap KD sebagai angka mutlak.

KD lebih tepat digunakan sebagai indikator awal untuk membaca tingkat persaingan.

Mengapa Keyword Difficulty Penting dalam SEO?

Bayangkan Anda memiliki website baru dan ingin menargetkan keyword “sepatu”.

Volume pencariannya mungkin sangat besar. Namun, ketika melihat hasil pencarian, Anda menemukan marketplace besar, brand nasional, media, dan website dengan otoritas tinggi.

Membuat satu artikel kemudian berharap langsung berada di halaman pertama tentu bukan strategi yang realistis.

Sebaliknya, Anda bisa menargetkan keyword yang lebih spesifik seperti “sepatu lari pria untuk pemula”. Volume pencariannya mungkin lebih kecil, tetapi peluang mendapatkan ranking bisa lebih besar.

Inilah salah satu alasan mengapa Keyword Difficulty perlu diperhatikan bersama search volume, search intent, dan kondisi kompetitor.

Faktor yang Mempengaruhi Keyword Difficulty

Setiap platform menggunakan formula berbeda untuk menghitung KD. Namun, ada beberapa faktor yang umumnya berkaitan dengan tingkat persaingan keyword.

1. Kekuatan Backlink Kompetitor

Backlink masih menjadi salah satu faktor penting dalam menilai kekuatan halaman yang berada di hasil pencarian.

Jika halaman yang mendominasi halaman pertama memiliki banyak backlink berkualitas dari website terpercaya, persaingannya biasanya lebih berat.

Sebaliknya, jika halaman kompetitor memiliki sedikit backlink atau bahkan hampir tidak memiliki backlink, peluang untuk bersaing bisa lebih terbuka.

Tetapi jangan hanya melihat jumlah backlink.

Kualitas, relevansi, dan otoritas sumber backlink juga perlu diperhatikan.

2. Otoritas Website Kompetitor

Perhatikan siapa yang berada di halaman pertama Google.

Apakah hasil pencarian didominasi oleh:

  • Website pemerintah?
  • Marketplace besar?
  • Media nasional?
  • Brand terkenal?
  • Website niche dengan otoritas tinggi?
  • Blog kecil dan website baru?

Jika hampir seluruh halaman pertama dikuasai oleh website dengan otoritas tinggi, keyword tersebut kemungkinan membutuhkan usaha lebih besar.

Sebaliknya, jika Anda menemukan beberapa website kecil dengan konten biasa-biasa saja, peluang untuk masuk ke SERP bisa lebih menarik.

3. Kualitas Konten

Jangan menganggap kompetitor kuat hanya karena memiliki banyak backlink.

Lihat juga kualitas kontennya.

Apakah artikel tersebut benar-benar menjawab pertanyaan pengguna? Apakah informasinya lengkap? Apakah pembahasannya diperbarui? Apakah terdapat pengalaman nyata, data, contoh, atau sumber terpercaya?

Kadang-kadang Anda akan menemukan keyword dengan KD cukup tinggi, tetapi hasil pencariannya ternyata belum memberikan jawaban yang benar-benar memuaskan.

Kondisi seperti ini bisa menjadi peluang.

4. Search Intent

Search intent adalah tujuan pengguna ketika mengetikkan keyword di Google.

Misalnya keyword:

“harga marmer carrara”

Kemungkinan besar pengguna sedang mencari informasi harga atau ingin membeli.

Sementara keyword:

“apa itu marmer carrara”

lebih bersifat informasional.

Jika search intent website Anda tidak sesuai dengan mayoritas hasil pencarian, mendapatkan ranking akan lebih sulit meskipun konten Anda berkualitas.

Karena itu, menilai Keyword Difficulty sebaiknya selalu dilakukan bersama analisis search intent.

5. Usia dan Kekuatan Halaman

Halaman yang sudah bertahun-tahun berada di halaman pertama biasanya memiliki keunggulan tertentu.

Halaman tersebut mungkin sudah mendapatkan:

  • Backlink
  • Traffic
  • Internal link
  • Brand mention
  • Engagement pengguna
  • Otoritas topikal

Namun, usia halaman bukan berarti otomatis tidak bisa dikalahkan.

Jika konten lama sudah tidak relevan atau kurang lengkap, website baru tetap memiliki peluang dengan memberikan konten yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Cara Menilai Keyword Difficulty dengan Benar

Melihat angka KD dari tools SEO adalah langkah awal. Untuk mendapatkan penilaian yang lebih akurat, lakukan beberapa langkah berikut.

1. Masukkan Keyword ke SEO Tools

Gunakan tools seperti Ahrefs, Semrush, Moz, atau tools keyword research lainnya untuk melihat estimasi tingkat kesulitan.

Catat beberapa informasi penting:

  • Keyword Difficulty
  • Search volume
  • CPC
  • Trend pencarian
  • SERP features
  • Kompetitor utama

Jangan langsung memilih keyword hanya karena KD-nya rendah.

2. Cek Halaman Pertama Google

Ini merupakan langkah yang sering dilewatkan.

Setelah mendapatkan keyword dengan KD rendah, cari keyword tersebut langsung di Google.

Perhatikan 10 hasil pertama.

Tanyakan:

“Apakah website saya secara realistis bisa bersaing dengan halaman-halaman ini?”

Lihat siapa kompetitornya dan bagaimana kualitas kontennya.

3. Analisis Backlink Kompetitor

Gunakan tools SEO untuk melihat backlink halaman yang berada di posisi teratas.

Misalnya Anda menemukan:

  • Kompetitor A memiliki 500 referring domains
  • Kompetitor B memiliki 250 referring domains
  • Kompetitor C memiliki 180 referring domains

Sementara website Anda masih sangat baru dan belum memiliki backlink.

Keyword tersebut mungkin tidak ideal untuk dijadikan target utama dalam jangka pendek.

Namun, jika beberapa kompetitor hanya memiliki sedikit referring domains, peluangnya menjadi lebih menarik.

4. Bandingkan Kualitas Konten

Buka beberapa artikel kompetitor dan baca secara langsung.

Jangan hanya melihat panjang artikel.

Artikel 2.000 kata belum tentu lebih baik daripada artikel 1.000 kata.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  • Kelengkapan informasi
  • Struktur artikel
  • Kejelasan pembahasan
  • Akurasi informasi
  • Pengalaman atau contoh nyata
  • Visual pendukung
  • Kemudahan membaca
  • Aktualisasi informasi

Cari celah yang belum dibahas kompetitor.

Celah tersebut bisa menjadi dasar untuk membuat konten yang lebih bernilai.

5. Periksa Relevansi Kompetitor

Perhatikan apakah website yang berada di halaman pertama benar-benar relevan dengan keyword.

Misalnya Anda menargetkan keyword khusus tentang “jasa sewa gudang”.

Jika hasil pencarian didominasi oleh website yang memang secara khusus membahas pergudangan, persaingannya kemungkinan cukup kuat.

Namun jika beberapa hasil hanya membahas topik tersebut secara sekilas, Anda mungkin memiliki peluang untuk membuat halaman yang jauh lebih relevan.

Jangan Terlalu Terpaku pada Angka KD

Salah satu kesalahan dalam keyword research adalah menganggap KD sebagai nilai absolut.

Misalnya sebuah tools memberikan:

Keyword A — KD 18

Keyword B — KD 35

Secara teori, Keyword A lebih mudah.

Tetapi setelah mengecek Google, ternyata Keyword A dikuasai oleh website besar dengan backlink sangat kuat. Sementara Keyword B memiliki beberapa website kecil dengan konten yang kurang optimal.

Dalam kondisi seperti ini, Keyword B bisa saja lebih realistis untuk dikejar.

Artinya, KD tools dan kondisi SERP harus dibaca bersama.

Angka memberikan gambaran.

SERP memberikan konteks.

Keyword Difficulty untuk Website Baru

Website baru sebaiknya tidak selalu mengejar keyword dengan volume terbesar.

Strategi yang lebih masuk akal adalah membangun topical authority secara bertahap.

Misalnya Anda memiliki website tentang digital marketing.

Daripada langsung menargetkan:

“SEO”

Anda bisa mulai dari keyword yang lebih spesifik seperti:

  • cara membuat internal link
  • keyword density dalam SEO
  • cara melakukan keyword research
  • cara meningkatkan traffic organik
  • analisis kompetitor SEO

Setelah memiliki banyak konten berkualitas dan mulai mendapatkan otoritas, website dapat secara bertahap mengejar keyword yang lebih kompetitif.

Strategi ini sering disebut sebagai pendekatan keyword clustering dan topical authority.

Apakah Keyword dengan KD Tinggi Harus Dihindari?

Tidak.

Keyword dengan KD tinggi tetap bisa menjadi target SEO.

Hanya saja, Anda perlu menyesuaikan ekspektasi dan sumber daya.

Keyword kompetitif mungkin membutuhkan:

  • Konten yang sangat kuat
  • Internal linking yang terstruktur
  • Backlink berkualitas
  • Website authority
  • Technical SEO yang baik
  • Waktu lebih panjang

Jadi, persoalannya bukan “KD tinggi berarti jangan ditargetkan”.

Pertanyaannya adalah:

“Apakah website saya memiliki kemampuan untuk bersaing pada keyword tersebut?”

Gunakan Keyword Difficulty Bersama Metrik Lain

Keyword Difficulty sebaiknya tidak berdiri sendiri.

Dalam proses keyword research, pertimbangkan juga:

Search Volume

Berapa banyak orang yang mencari keyword tersebut?

Volume tinggi bisa memberikan potensi traffic besar, tetapi biasanya persaingan juga lebih tinggi.

Search Intent

Apakah pengguna ingin mencari informasi, membandingkan produk, atau melakukan pembelian?

Keyword dengan intent komersial bisa memiliki nilai bisnis lebih tinggi meskipun volumenya kecil.

Business Value

Tidak semua traffic memiliki nilai yang sama.

100 pengunjung yang benar-benar membutuhkan produk Anda bisa lebih berharga daripada 1.000 pengunjung yang hanya mencari informasi umum.

SERP

Lihat format hasil pencarian.

Apakah Google menampilkan artikel blog, landing page, marketplace, video, featured snippet, atau kombinasi semuanya?

Ini membantu Anda menentukan jenis konten yang paling sesuai.

Contoh Sederhana Menilai Keyword

Misalnya Anda memiliki website yang menjual produk industri dan menemukan tiga keyword:

KeywordKDVolumeKondisi SERP
Pipa carbon steel55TinggiBanyak website industri besar
Harga pipa carbon steel35SedangKompetitor lebih beragam
Harga pipa carbon steel per meter22RendahBanyak konten kurang spesifik

Jika hanya melihat volume, keyword pertama mungkin terlihat paling menarik.

Namun, dari perspektif SEO, keyword ketiga bisa menjadi target awal yang lebih realistis.

Setelah mendapatkan ranking dan membangun otoritas melalui konten terkait, Anda dapat memperluas target ke keyword yang lebih kompetitif.

Inilah mengapa strategi SEO tidak selalu tentang mengejar keyword dengan volume terbesar.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menilai Keyword Difficulty

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Hanya Melihat Angka KD

KD adalah estimasi, bukan jaminan ranking.

Mengabaikan Kompetitor

Anda harus tahu siapa yang sebenarnya bersaing di SERP.

Mengabaikan Search Intent

Konten yang tidak sesuai intent sulit mendapatkan posisi tinggi meskipun optimasinya bagus.

Terlalu Mengejar Volume

Traffic besar belum tentu menghasilkan leads atau penjualan.

Tidak Melihat Kekuatan Website Sendiri

Keyword yang cocok untuk website besar belum tentu cocok untuk website baru.

FAQ

Berapa Keyword Difficulty yang bagus untuk website baru?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua website. Namun, website baru biasanya lebih aman memulai dari keyword dengan persaingan rendah hingga menengah sambil membangun authority.

Apakah KD 0 berarti pasti mudah ranking?

Tidak. KD 0 bukan jaminan ranking cepat. Anda tetap harus mengecek SERP, kualitas konten kompetitor, search intent, dan kekuatan website yang bersaing.

Apakah Keyword Difficulty sama dengan keyword competition?

Tidak selalu. Keyword Difficulty biasanya berkaitan dengan tingkat kesulitan mendapatkan ranking organik, sedangkan competition pada beberapa tools dapat merujuk pada persaingan iklan atau indikator lain.

Mana yang lebih penting, volume atau KD?

Keduanya penting, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan. Search intent, business value, relevansi, dan kondisi SERP juga perlu diperhatikan.

Apakah keyword dengan volume kecil layak ditargetkan?

Ya. Keyword dengan volume kecil bisa memiliki intent yang sangat spesifik dan berpotensi menghasilkan leads atau penjualan yang lebih berkualitas.

Keyword Difficulty adalah salah satu indikator penting dalam keyword research, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan keyword SEO.

Angka KD dari tools memang membantu memperkirakan tingkat persaingan. Namun, keputusan akhir sebaiknya dibuat setelah melihat SERP, kekuatan backlink kompetitor, kualitas konten, search intent, dan kemampuan website sendiri.

Untuk website baru, memulai dari keyword dengan persaingan rendah dan intent yang jelas sering kali menjadi pilihan yang lebih realistis. Setelah authority mulai terbentuk, target keyword dapat diperluas secara bertahap.

Konsultasi Gratis đź’¬

Dari strategi digital hingga implementasi teknologi, Onero.id siap menjadi partner transformasi Anda.

Don't forget to share this post!

Konsultasi Gratis đź’¬

Dari strategi digital hingga implementasi teknologi, Onero.id siap menjadi partner transformasi Anda.