Pernahkah Anda lagi cari info di Google, entah itu resep makanan, cara investasi, bahan skripsi, atau bahkan sekadar nonton kucing lucu, lalu masuk ke sebuah halaman? Nah, halaman itu adalah website.
Website sudah jadi bagian penting dari hidup kita di era digital. Hampir semua aktivitas manusia sekarang punya jejak online, seperti belanja, belajar, kerja, bahkan cari jodoh. Tapi sebenarnya, apa itu website? Untuk apa fungsi website? Dan bagaimana cara bikin website?
Baca juga: Pentingnya Traffic untuk Website dan Cara Meningkatkannya
Apa Itu Website?

Secara simple, website adalah sekumpulan halaman di internet yang bisa diakses lewat browser (seperti Chrome, Mozila Firefox, atau Safari) dengan bantuan koneksi internet. Anda cukup ketik alamat (URL) di kolom browser, misalnya www.google.com atau www.shopee.co.id, langsung deh kebuka situsnya.
Setiap website punya alamat unik yang disebut domain. Misalnya, ketika Anda ketik www.onero.id, maka akan diarahkan ke website Onero Solutions yang berisi layanan pembuatan website, aplikasi, hingga digital marketing.
Kalau diibaratkan, website seperti rumah digital. Ada alamatnya (disebut domain), ada tanah tempat berdirinya (hosting), ada bangunan atau tampilan (desain web), dan tentu saja ada isinya (konten).
Sejarah Singkat Website

Biar makin keren ceritanya, mari flashback sebentar.
Website pertama kali ditemukan oleh Tim Berners-Lee sekitar tahun 1989-1990. Website pertama yang rilis resmi online tanggal 6 Agustus 1991 dengan alamat http://info.cern.ch. Awalnya dibuat agar para peneliti bisa saling berbagi informasi dengan lebih mudah. Dari sana berkembanglah teknologi web dengan tiga elemen utama:
- HTML (Hypertext Markup Language): Bahasa dasar untuk bikin web.
- URL (Uniform Resource Locator): Alamat rumah website di internet.
- HTTP (Hypertext Transfer Protocol: Jalur komunikasi biar Anda bisa mengakses website.
Sejak dirilis gratis ke publik pada tahun 1993, website berkembang pesat dan kini jadi salah satu pilar utama dunia digital.
Unsur Penting dalam Website

Biar lebih kebayang, mari bedah anatomi website:
- Domain: Alamat resmi website, misalnya tokopedia.com, google.com, onero.id
- Hosting: Server yang menyimpan semua file website.
- Bahasa Pemrograman: Otak yang bikin web bisa hidup (HTML, CSS, JavaScript, PHP, dan lainnya).
- Konten: Isi website berupa teks, gambar, video, atau audio.
- Tampilan/Desain: Wajah website, bikin orang betah atau kabur.
Baca juga: Bug Artinya Apa dalam Konteks Website? Simak Penjelasan dan Solusinya
Jenis-Jenis Website

Website banyak jenisnya, bisa dikelompokkan berdasarkan sifat, tujuan, dan cara pembuatannya.
1. Berdasarkan Sifat
Website statis biasanya memiliki konten jarang berubah. Contohnya, company profile sederhana. Sedangkan, website dinamis kontennya terus diperbarui, seperti media berita, forum, atau toko online.
2. Berdasarkan Tujuan
Website pribadi isinya tentang diri seseorang, seperti profil atau personal branding. Sedangkan, corporate website, sesuai namanya, milik perusahaan untuk branding dan informasi bisnis. Untuk e-commerce atau toko online biasanya digunakan untuk jual-beli online (Shopee, Tokopedia). Kemudian, ada jenis portal berita, penyedia layanan berita, email, atau forum diskusi, seperti Detik, Kompas. Selain itu, ada media sosial dan forum, tempat berbagi foto, video, atau musik, sepert YouTube, Facebook, Twitter, LinkedIn.
3. Berdasarkan Teknologi atau Programming
Client-side dijalankan langsung di browser (HTML, CSS, JavaScript). Sedangkan, server-side butuh server untuk berfungsi (PHP, Python, ASP.NET).
Manfaat Website

Pertanyaannya, buat apa sih repot-repot bikin website kalau udah ada medsos? Jawabannya, karena website adalah rumah digital milik Anda sendiri. Kalau akun medsos bisa dihapus sewaktu-waktu, website selalu bisa Anda kontrol. Berikut manfaat utamanya:
- Sumber Informasi: Orang bisa cari info apa pun lewat web.
- Media Berbagi Pengetahuan: Dari blog pribadi sampai e-learning.
- Alat Komunikasi: Formulir kontak, chat, forum diskusi.
- Platform Bisnis dan Jualan Online: Buka toko online 24/7.
- Bangun Brand: Tingkatkan kepercayaan calon pelanggan.
- Sarana Pemasaran Digital: SEO, SEM, iklan Google, dan lainnya.
- Akses Layanan Publik: Website rumah sakit, bank, sekolah, dan lainnya.
- Aksi Sosial: Donasi maupun petisi online (contoh: Kitabisa, Change.org).
- Sumber Penghasilan: Lewat iklan, afiliasi, jualan digital, sampai membership.
Baca juga: Kumpulan Pertanyaan tentang Website untuk UMKM: Perlu Punya atau Tidak?
Cara Membuat Website

Sekarang bikin website nggak sesulit dulu yang harus jago coding. Ada dua pilihan, buat secara manual (koding) atau pakai CMS (Content Management System) seperti WordPress. Berikut langkah membuat website secara sederhana:
- Tentukan Jenis Web: Blog, toko online, company profile, atau jenis lainnya.
- Pilih Domain dan Hosting: Domain untuk alamat, hosting untuk rumah penyimpanan file. Untuk domain, pilihlah nama yang mudah diingat, misal namabisnis.id.
- Install CMS: Gunakan CMS agar tinggal klik-klik di hosting. Supaya lebih gampang kelola konten, Anda bisa memilih WordPress.
- Atur Desain dan Template: Pilih tema sesuai gaya, atur layout, serta sesuaikan warna dan font.
- Bikin Konten: Artikel, foto produk, video, informasi bisnis, atau portofolio.
- Optimasi SEO: Biar web Anda muncul di halaman pertama Google.
Baca juga: Sidebar: Fungsi, Jenis, dan Tips Menggunakannya di Website
Kalau masih pemula, banyak juga platform gratis (misalnya Blogspot atau WordPress.com), tapi kalau untuk bisnis, lebih baik gunakan domain dan hosting sendiri biar terlihat profesional.
Singkatnya, website adalah rumah digital tempat Anda berbagi informasi, komunikasi, hingga melakukan bisnis di dunia online. Bedanya dengan media sosial, website 100% milik Anda sendiri, bisa Anda atur sesuka hati, dan lebih profesional untuk branding pribadi maupun bisnis.
Website hadir dalam banyak bentuk, seperti blog, toko online, portal berita, forum, sampai situs pemerintahan. Fungsinya pun beragam, mulai dari sumber informasi, marketing, branding, hingga menghasilkan uang.
Di era digital sekarang, punya website bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Jadi kalau Anda belum punya, sekaranglah momen terbaik untuk bikin situs Anda sendiri!
Ingin Membuat Website Profesional?
Kalau ingin punya website yang terlihat profesional, fungsional, dan sesuai kebutuhan bisnis, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan website dari Onero Solutions. Onero Solutions sudah berpengalaman membantu banyak bisnis mengembangkan website yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga dioptimalkan untuk performa terbaik. Anda bisa langsung hubungi mereka via WhatsApp atau isi form di bawah ini untuk konsultasi gratis.
FAQ Seputar Website
Apa perbedaan website dan blog?
Website adalah istilah umum untuk sekumpulan halaman di internet, sedangkan blog adalah jenis website yang fokus utamanya pada artikel atau tulisan dengan pembaruan konten secara rutin. Jadi, bisa dibilang blog itu salah satu bentuk dari website.
Apakah membuat website harus bisa coding?
Tidak. Sekarang banyak platform CMS (Content Management System) seperti WordPress, Wix, atau Squarespace yang memungkinkan orang awam membuat website tanpa menulis kode. Tapi, kemampuan coding tetap berguna kalau Anda ingin customisasi lebih dalam.
Apa perbedaan domain dan hosting?
Domain adalah alamat website (contoh: namabisnis.com). Sementara, hosting adalah tempat menyimpan semua file website (teks, gambar, video, database). Keduanya wajib ada supaya website bisa diakses online.
Apakah website sama dengan media sosial?
Tidak. Media sosial adalah platform pihak ketiga, sedangkan website adalah ruang digital milik Anda sendiri. Jadi, meski akun media sosial bisa dihapus sewaktu-waktu oleh penyedia, website akan sepenuhnya tetap menjadi aset Anda selama domain dan hosting aktif.
Berapa biaya membuat website?
Biayanya bervariasi. Kalau pakai platform gratis (blogspot, wordpress.com) mungkin nol rupiah. Tapi untuk website bisnis, biasanya butuh biaya domain dan hosting per tahun, kisarannya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung kebutuhan.
Apakah website bisa menghasilkan uang?
Bisa banget. Ada banyak cara monetisasi website, seperti:
- Menampilkan iklan (Google AdSense)
- Program afiliasi
- Menjual produk atau jasa
- Membership berbayar
- Sponsored content atau artikel berbayar
Apa contoh website yang sering digunakan sehari-hari?
- Google (mesin pencari)
- YouTube (berbagi video
- Shopee/Tokopedia (e-commerce
- Detik/Kompas (portal berita
- Facebook/Instagram (media sosial)
Apakah wajib punya website untuk bisnis?
Tidak wajib, tapi sangat disarankan. Karena website membuat bisnis Anda terlihat profesional, mudah ditemukan di Google, dan menjadi pusat informasi resmi yang bisa diakses kapan saja.





